Rabu, 21 Desember 2011

VRV sistem AC

Semakin hari, perkembangan teknologi semakin maju. Air Conditioner alias AC juga ikut-ikutan seperti itu . Varian AC juga tidak ketinggalan untuk ‘numpang tampang’ seperti AC Split Wall, AC Cassete, AC Split Duct, AC Floor Standing, AC Central, hingga yang bernama AC VRV.
Terus Apa itu VRV?
Menurut si Pak De alias Pak Daikin
VRV = Variable Refrigerant Volume merupakan sistem kerja refrigerant yang berubah-ubah. VRV system adalah sebuah teknologi yang sudah dilengkapi dengan CPU dan kompresor inverter dan sudah terbukti menjadi handal, efisiensi energi, melampaui banyak aspek dari sistem AC lama seperti AC Sentral, AC Split, atau AC Split Duct. Jadi dengan VRV System, satu outdoor bisa digunakan untuk lebih dari 2 indoor AC serta dapat mengatur jadwal dan temperatur AC yang diinginkan secara terkomputerisasi. Mantaf.. canggihnya
Apa yang bisa kami garis bawahi dari pengertian diatas?
  1. AC VRV merupakan produk Trademark yang sudah terdaftar dan menjadi hak paten Daikin.
  2. AC VRV merupakan teknologi AC paling canggih dengan sistem komputerisasi yang pernah ada di dunia ini
  3. AC VRV merupakan AC yang paling hemat yakni hemat energi, hemat listrik, dan hemat tempat.
  4. AC VRV merupakan AC yang paling fleksibel yakni designnya fleksible, pemasangan yang mudah, perawatan yang mudah, dan dapat meningkatkan kenyamanan.
AC VRV Daikin memiliki satu outdoor dan beberapa unit indoor dengan berbagai tipe seperti split wall, cassete, floor standing, dll. Daikin VRV telah digunakan lebih dari 25 tahun di seluruh dunia, dan telah digunakan di Indonesia, lebih dari 15 tahun. Hmmm..ternyata VRV memang bukan AC biasa….
AC VRV Daikin
AC VRV
AC VRV

MESIN GONDOLA PADA GEDUNG

Gondola banyak dipakai pada gedung - gedung bertingkat . Fungsi mesin gondola sebagai alat angkut orang atau barang [biasanya dipakai untuk pekerjaan cleaning service].
Ada beberapa macam jenis dan system gondola yang banyak digunakan diantaranya System Gondola Motorized Rotator Cross Bar With Slewing Arm & Arm Luffing.
Pengenalan system kelengkapan pada gondola antara lain :
  1. Platform > bagian gondola berbentuk keranjang.
  2. Motor Hoist Gondola > yang menggerakkan flatform naik-turun [dipasang di flatform kapasitasnya 400kg & hoistnya menggunakan pro climber /PC 400].
  3. Wirewinder / Drum Penggulung > untuk mrnggulung wirerope/seling, gunanya untuk menggulung seling agar tidak menggelantung .
  4. Gearbox Wirewinder/Drum penggulung > menggulung wirewinder secara otomatis dengan motor gearbox.
  5. Safety Device/Block Stop Gondola > gunanya sebagai rem gondola bila terjadi kemerosotan dan seling utama putus.
  6. PANEL Gondola > umumnya diletakkan di flatform dan dichasis dimana terdapat kontrol-kontrol sebagai pengatur menjalankan gondola.
  7. Wirerope/seling > kabel baja berfungsi sebagai alat penggantung platform agar gondola dapat naik-turun. umumnya berdiameter 8 mm dan type nya steel core galvanized .
  8. Kabel power > digunakan untuk sambungan aliran listrik ke gondola.
  9. Tracktrail > jalan atau alur dimana sebagai tumpuan roda chasis, biasanya dibuat dari besi WF atau H beam.
  10. Roda Chasis Gondola > tumpuan arm dari titik satu ke titik yang lain dilengkapi dengan penggerak.
  11. Arm > konstruksi penggantung platfrom gondola .
  12. Rotater > penggantung gondola yg biasanya sebagai pengatur posisi kanan-kiri dengan memutar sesuai dengan lokasi gedung.
  13. Tambahan system pengaman lainnya adalah safety rope dan body harness.

Selasa, 20 Desember 2011

Sistem Instalasi Kebakaran

SISTEM SPRINKLER DAN HYDRANT
Sistem distrubusi air pemadam kebakaran diambil dari groundtank / reservoir menggunakan pompa Fire Main Pump, Diesel Fire Pump dan Jocky Pump. Sistem instalasi pipa kebakaran ini bisa tersendiri [ main pump hydrant dan main pump sprinkler ] atau bisa menjadi satu dengan melalui pipa header [ fire main pump, diesel fire pump dan jocky pump ] dan instalasi ini terhubung dengan pressure tank , pada pressure tank terpasang pressure swicth yang digunakan untuk mengoperasikan pompa secara otomatis dan di-set sesuai dengan tekanan [ standat instalasi pipa gedung ] kemudian pipa header dibagi menjadi dua instalasi pipa yaitu pipa hydrant [warna merah] dan pipa sprinkler [warna orange].
Pipa Sprinkler
Instalasi pipa ini berfungsi untuk mengatasi kebakaran secara otomatis disetiap ruangan

melalui head sprinkler , pipa sprinkler dipasang pada setiap lantai [dalam flapon] dengan jarak antara 3 sampai 5 meter , bila terjadi kebakaran pada salah satu lantai maka panas api dari titik kebakaran akan memecahkan head sprinkler .
Pipa Hydrant
Instalasi pipa hydrant berfungsi untuk mengatasi dan menaggulangi kebakaran secara manual dengan menggunakan hydrant box , hydrant box ini tersedia pada setiap lantai dengan beberapa zone /tempat.
Pada hydrant box terdapat fire hose[ selang ] ,nozzle, valve, juga terpasang alat bantu control manual call point, alarm bell serta indicating lamp dan untuk diluar gedung [ area taman / parkir ] terpasang hydrant pillar serta hose reel cabinet.
Jocky Fire Pump
Digunakan untuk menstabilkan tekanan air pada pipa dan pressure tank.
Main Fire Pump
Digunakan sebagai pompa utama , bila tekanan / pressure tank turun setelah jocky pump tidak sanggup lagi mengatasi [ jocky pump akan mati sesuai dengan setting pressure tank ] maka main pump akan bekerja.
Diesel Fire Pump
Digunakan bila terjadi kebakaran dan pompa mengalami kerusakkan atau gagal operasional [listrik padam] dan pompa main pump serta jocky pump berhenti bekerja mensupply air maka diesel fire pump akan melakukan start secara otomatis berdasarkan pressure swicth . Bekerjanya diesel fire pump secara otomatis menggunakan panel diesel stater, panel ini juga melakukan pengisian accu/me-charger accu dan dapat bekerja secara manual dengan kunci stater pada diesel tersebut .
Untuk perawatan pada diesel fire pump ini dilakukan pemanasan setiap minggu [2xpemanasan] ,sebelum dilakukan pemanasan diesel dilakukan pemeriksaan pada accu, pendingin air [air radiator] dan peng-checkkan pada pelumas mesin [oli mesin].
Siemense Conection
Digunakan bila terjadi kebakaran dan pompa [diesel fire pump, fire main pump dan jocky pump] tidak bisa di operasional / gagal bekerja pmaka dilakukan pengisian air kedalam jaringan pipa dari mobil pemadam kebakaran/ pompa cadangan lain untuk menggantikan fungsi peralatan yang ada dalam keadaan emergency , siemese conection dipasang pada instalasi pipa sprinkler dan hydrant.
Sistem Fire Alarm
Fire alarm adalah merupakan sistem untuk membantu pemilik gedung untuk mengetahui secepatnya suatu sumber kebakaran , sehingga sebelum api menjadi besar pemilik gedung sudah dapat mengambil tindakan pemadaman .
Sistem ini memakai panel kontrol [ MCFA ] yang biasanya dikontrol dari ruang teknik dan panel Annuciator [panel kontrol tambahan] di pasang di ruang posko security agar petugas keamanan juga bisa cepat mengetahui lokasi kebakaran pada setiap lantai.

Diagram Fire Alarm System
Bagi gedung - gedung modern sudah merupakan keharusan untuk memiliki Fire Alarm System .Beberapa peralatan dalam system Fire Alarm Control ini yaitu :
  1. MCFA
  2. ANNUCIATTOR
  3. PANEL PEMBAGI
  4. MANUAL PUSH BOTTOM DAN JACK PHONE
  5. PHOTO ELECTRIC SMOKE DETECTOR
  6. RATE OF RISE HEAT DETECTOR
  7. ALARM BELL
  8. INDICATION LAMP
  9. FLOW SWICTH
  10. MANUAL CALL POINT DAN ALARM BELL

Sistem MATV

Metode Kerja Dan Peralatan
Sumber Siaran Dari Satelit :
  1. Antena indovision diarahkan ke satelit yang dikehendaki ,satelit cakrawarta untuk indovision , signal dari satelit diterima oleh dish parabola yang kemudian signal dari satelit tersebut dipantulkan dari dish parabola ke LNB.
  2. Signal dari LNB terbagi menjadi 2 signal yaitu signal siaran yang memiliki polarisasi vertikal dan signal siaran yang memiliki polarisasi horizontal, sehingga ada 2 tarikkan kabel dari parabola ke power devider [PD]
  3. Power devider [PD] adalah splitter yang dilengkapi dengan power - LNB yang berfungsi untuk membagi signal satelit yang diterima dari LNB ke receiver.
  4. Decoder [D] adalah perangkat penerima signal dari LNB / satelit yang berfungsi untuk meneruskan signal dari satelit ke modulator yang akan di ubah menjadi signal TV [ audio video]
  5. Modulator[M] adalah alat untuk mengubah signal dari satelit yang diterima dari receiver [950-2150 mhz] untuk diubah menjadi signal audio video [frekwensi TV [47-860 mhz]
Fasilitas Dari Modulator
  • Broadband : modulator bisa digunakan diseluruh TV mulai dari band I, II s/d V [47-862 mhz] didalam satu modul
  • Programable : setting audio video modulator , output level menggunakan remote programmer, sehingga semua dta yang sudah diprogram tidak akan berubah, karena semuanya terprogram.
  • Vestigial side band : fasilitas adjacent channel dari modulator memungkinkan pengaturan channel TV secara berdekatan tanpa ada interferensi antara 1 channel ke channel berikutnya.
  • Launch amplifier : amplifier headend yang berfungsi memberikan penguatan output level peralatan utama menjadi 120db sebelum didistrubusikan ke jaringan distrubusi
  • Power supply unit : sebagai catu daya bagi rangkaian peralatan utama modulator
  • Combiner : sebagai penggabung system TV yang berasal dari sumber satelit dan sumber terestrial.
Sumber Siaran Dari Terestrial
Metode Kerja Dan Peralatan
  1. Antena UHF dan VHF diarahkan kemasing-masing stasiun pemancar TV, antena UHF yang digunakan adalah antena yang bisa menerima seluruh TV di frekwensi UHF [ch 21-69] dan antena VHF pada frekwensi TV [ch 5-12]
  2. Masthead amplifier adalah mixer yang dilengkapi oleh amplifier yang berfungsi untuk menggabungkan antena lokal & memberikN mplifier , sehingga output level dari antena sudah tinggi sebelum didistrubusikan
  3. Avant adalah single channel amplifier compact 12 channel yang berfungsi untuk meratakan gain, setiap channel TV lokal, dikarenakan setiap siaran TV memiliki penguatan [gain] yang berbeda setelah melalui proses pemerataan gain melalui remote programmable , signal TV diteruskan ke combiner, untuk selanjutnya digabungkan dengan output dari parabola, kapasitas unit avant adalah maksimal bisa menerima 10 siaran TV UHF & 2 siaran TV VHF.
Output level dari combiner setelah digabungkan adalah 110 dbyv, dalam keadaan siap untuk didistrubusikan kejaringan distrubusi yang menggunakan kabel coaxial RG-11 sebagai kabel riser [kabel utama] dari sentral splitter yang ada di shaft dan dari shaft ke splitter/coupler
Kabel RG-5C hanya dipakai sebagai kabel ditrubusi dari splitter / coupler ke outlet TV.
-Output level/gain yang dibutuhkan disetiap outlet adalah 60-80 dbyv.
Booster yang digunakan adalah type broadband [47-862 Mhz] yang memberikan penguatan sebesar 40 dbyv.

Sistem Ventilasi Mekanis

Sebuah bangunan yang di dalamnya dipergunakan untuk aktifitas manusia, umumnya memiliki pintu, jendela dan lobang ventilasi pada salah satu sisi tembok bangunan tersebut. Bahkan banyak bangunan dimana pada setiap sisi temboknya terdapat lobang ventilasi. Dengan adanya lobang ventilasi tersebut diharapkan akan ada pertukaran udara dari lobang tersebut dengan bantuan angin alam dari luar. Sistem ini kita sebut dengan sistem ventilasi alami atau "Natural Ventilation".

Namun banyak praktek dilapangan sering kali sistem ventilasi alami ini dirasa tidak mencukupi kebutuhan untuk mensirkulasikan atau mengganti udara ruangan tersebut. Sehingga orang yang beraktifitas di dalam bangunan tersebut merasa gerah, panas dan letih. Apalagi ada banyak orang yang beraktifitas dalam banguan tersebut. Hal ini tentunya diperlukan frekwensi pergantian udara yang lebih cepat lagi.

Karena sistem ventilasi alami hanya mengandalkan tiupan angin alami dari luar yang kecepatanya tidak konstan. Maka diperlukan alat bantu untuk menambah kecepatan pertukaran udara ruangan, agar proses penggantian/pertukaran udara tersebut konstan dan mencukupi kebutuhan, yaitu dengan mengunakan "Exhaust Fan" atau "Ventilating Fan". Sistem ini sering juga kita sebut sebagai sistem "Mechanical Ventilation".

Kondisi tersebut di atas akan lebih kompleks apabila kita tinggal di kota-kota besar. Di kota besar seperti Jakarta atau Jabotabek misanya, dikarenakan harga tanah semakin mahal, maka design bangunan sangat memperhitungkan effisiensi lahan yang tersedia. Maka kita sering melihat banyak bangunan perumahan saling menempel antara bangunan rumah yang satu dangan yang lain atau sering kita sebut "sistem kopel", akibatnya kita hanya bisa mengharapkan supply udara dari depan rumah, karena sebelah kiri, kanan dan belakang bangunan rumah adalah rumah tetangga. Hal ini akan bermasalah apa bila kita mengharapkan supply udara untuk ruang tengah, dapur atau toilet, maka di sinilah peranan exhaust fan diperlukan.

Karena tuntutan efisiensi lahan pula, yang menjadi trend disaat ini dan dimasa yang akan datang adalah ; kita akan sering melihat bangunan yang dibangun secara vertical, kita kenal dengan bangunan tinggi atau orang sering menyebut sebagai "modern highrise building". Misalnya: Gedung perkantoran, Hotel, Apartement, Condomonium dan rumah susun.

Dengan design bangunan seperti tersebut di atas, maka sistem ventilasi alami tidak dapat dihandalkan lagi. Dengan demikian akan terjadi tambahan kebutuhan sistem ventilasi yaitu gabungan anatara sistem "natural ventilation" dan "mechanical ventilation".

Adapun trend design bangunan modern tersebut di atas umumnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : dibangun secara vertical atau "highrise building"; lebih mengutamakan privacy, banyak ruang kecil dan tertutup (airtight room), ruangan kedap suara (low noise room) dan "Air Conditioner minded".

Dengan ciri-ciri trend design bangunan seperti tersebut di atas, maka yang ada dibenak kita untuk memenuhi kebutuhan udara yang nyaman solusinya adalah dengan menggunakan AC (Air Conditioner).

Apakah dengan mengunakan AC, permasalahan sudah teratasi? Ternyata dengan menggunakan AC, masih saja ada beberapa masalah yang tidak teratasi, paling tidak ada dua masalah, yaitu: Pertama ; mengenai kebutuhan "fresh air" atau oksigen baru dari luar, Kedua ; redahnya kelembaban udara dari ruang ber-AC. Umumnya kita berpikiran dengan menggunakan AC, manfaat yang paling utama hanya dapat menyelesaikan masalah suhu ruangan saja. Maka di sinilah peranan Ventilating Fan diperlukan, untuk melengkapi kekurangan penggunaan AC tersebut di atas.

Solusi dari KDK Fan

KDK Fan, telah berpengalaman sejak 1909, khususnya di bidang tata udara ruangan dengan memproduksi banyak type Ventilating Fan yang mampu memenuhi kebutuhan sistem ventilasi pada setiap ruangan yang ada di dalam bangunan anda.

Produk Exhaust Fan atau Ventilating Fan dari KDK, adalah :
1. Wall mounted Exhaust Fan
2. Ceiling mounted propeller Exhaust Fan
3. Ceiling mounted Sirocco Exhaust Fan
4. High Pressure Industrial Exhaust Fan
5. Mini Sirocco/Mini Centrifugal Fan
6. Compact Axial Flow Fan
7. Roof Exhaust Fan
8. Kitchen Hood
9. Lain-lain : Air Curtain, Hand Drayer



Apakah keunggulan Exhaust Fan KDK ?

Exhaust Fan KDK mempunyai beberapa keunggulan antara lain : Hemat listrik; suara motor dan kipas halus; daya sedot atau "air volume" besar; untuk keamanan setiap exhaust fan KDK dilengkapi dengan "thermal fuse" atau sekring yang putus karena panas; dan KDK memberikan garansi selama dua tahun.

Apa fungsi dari Ventilating Fan ? Ada lima fungsi atau manfaat apabila kita menggunakan Ventilating Fan : Pertama ; mensupplai udara baru atau oksigen baru dari luar ruangan dan sekaligus membuang atau menyedot udara keluar ruangan. Kedua ; membuang bau yang tidak sedap keluar ruangan. Ketiga ; membuang debu atau pertikel-partikel kecil ke luar ruangan. Keempat ; mengurangi kelembaban udara ruangan. Kelima ; menjaga suhu ruangan agar nyaman meskipun tidak sedingin AC.

Bagaimana caranya menghitung kebutuhan exhaust fan yang tepat untuk ruangan anda?

Untuk memudahkan cara menghitung kebutuhan exhaust fan suatu ruangan, berikut ini kami sampaikan rumus atau formula sebagai berikut;


Keterangan untuk nilai A, B dan C pada rumus di atas adalah sebagai berikut :
Nilai A: adalah volume ruangan dalam M3
Nilai B: adalah nilai kebutuhan frekwensi pergantian udara dalam satu jam untuk suatu ruangan tertentu yang akan dipasang exhaust fan (lihat table) .
Nilai C: adalah nilai "air volume" dari exhaust fan KDK dalam satuan m3/jam (dapat dilihat pada catalog KDK fan)

Tabel untuk nilai B :

Table yang dibuat berdasarkan riset para ilmuwan yang bergerak dalam bidang tata udara.

Untuk memudahkan kami memberikan contoh seperti di bawah ini :

Contoh :
Living room dengan ukuran: panjang 10m, lebar 8m dan tinggi 3.5m. maka perhitungan kebutuhan

ventilasinya adalah sebagai berikut :
(1). Nilai A = 10m x 8m x 3.5m = 280m3
(2). Nilai B = 6 kali/jam, nilai B (lihat table)
(3). (A) X (B) = 280m3 x 6 = 1680 m3/jam.
(4). Cara memilih v- fan, sbb :(lihat catalog KDK fan)
alternatif 1: KDK wall v-fan type 30RQN3
diameter kipas 30Cm, 1020m3/H x 2 unit
alternatif 2: KDK wall v-fan type 30GSC
diameter kipas 30Cm, 1800m3/H x 1 unit.


Perhitungan di atas diasumsikan pilihannya memakai "wall v-fan", namun apabila di lapangan tidak memungkinkan memakai wall v-fan, dan mengharuskan memakai v-fan di atas plafon atau sering disebut "ceiling ventilating fan" dan harus pula menggunakan pipa atau ducting untuk meneruskan udara keluar ruangan, maka sangat perlu untuk dipertimbangkan besarnya hambatan atau "static pressure" yang ada, semakin panjang dan semakin banyak belokan pipa atau ducting yang ada, semakin besar pula hambatan atau static pressure-nya.

Maka v-fan yang dipilih harus mempunyai daya sedot atau air volume yang lebih besar dari perhitungan di atas, agar daya sedot v-fan yang dipilih masih memenuhi kebutuhan ventilasi yang diharapkan. Karena dengan adanya hambatan akan mengurangi kemampuan v-fan atau daya sedotnya akan turun, putaran dan suara motor bertambah kencang dan berisik, konsumsi listrik bertambah dan umur v-fan pun semakin pendek.

Pilihlah v-fan yang mempunyai spesifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan, sebab di pasar banyak sekali v-fan dimana spesifikasinya dibuat berdasarkan perkiraan pejualnya, bukan dari pabrik pembuatnya. Hal ini akan membuat kita kecewa apabila ternyata produk tersebut mempunyai kemampuan jauh di bawah spesifikasi yang diberikan oleh si penjual.

AC Hotel



Kami AC Central .info menyediakan AC untuk keperluan di kamar hotel. Untuk kamar hotel biasanya menggunakan ac dengan jenis cealing concealed atau tersembunyi di langit-langit kamar. Jenis ac ini sangat populer di kamar-kamar hotel berbintang.
Untuk sistem ac yang menggunakan sentral dan chiller, maka unit yang dipakai di dalam kamar adalah Fan Coil Unit. Sistem ini berbeda dengan ceiling concealed karena menggunakan media air sebagai penghantar dinginnya.
Selain untuk di kamar, kami juga menyediakan beragam jenis ac untuk keperluan lobi hotel atau ruang pertemuan / hall di hotel seperti :

AC Central

Kalau kita jalan-jalan ke mall atau ke rumah sakit atau gedung-gedung perkantoran, kita dapat merasakan hawa dingin dari ruangan tersebut akan tetapi kita tidak melihat AC yang terpasang di sekitarnya. Dan setelah kita perhatikan bahwa di langit-langit ruangan tersebut terdapat lubang udara / diffuser yang menyemburkan udara dingin. Sistem udara yang kita lihat itu, itulah yang dimaksud dengan sistem AC Central.
Jadi AC Central adalah sistem pendinginan ruangan yang dikontrol dari satu titik atau tempat dan di distribusikan secara terpusat ke seluruh isi gedung dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan dan isinya dengan menggunakan saluran udara / ducting ac.
Ducting AC
Secara garis besar, Sistem AC Central terbagi atas beberapa komponen yaitu :
  • Chiller / Condensing Unit / Outdoor AC
  • AHU (Air Handling Unit)
  • Ducting AC / saluran ac
  • Cooling Tower
  • Pompa Sirkulasi
Ada dua sistem AC Central yang ada di pasaran saat ini yaitu : Sistem Air dan Sistem Freon.
Pada sistem air, media pembawa dingin yang berjalan dalam pipa distribusi adalah air / water.
Sedangkan pada sistem freon, media yang dipakai untuk membawa dingin adalah freon.
Sistem air memiliki kelebihan dapat digunakan dalam skala yang besar / gedung bertingkat atau mall yang berukuran besar.
Sedangkan Sistem freon hanya dapat dipakai dalam sistem yang tidak terlalu besar / jauh jaraknya antara unit indoor dan outdoor.
Sistem Freon
Pada sistem freon, unit AC Central yang dikenal biasa disebut dengan Split Duct. Prinsip kerjanya hampir sama dengan sistem ac split biasa, akan tetapi lubang udaranya menggunakan sistem ducting / pipa dan pada tiap-tiap keluaran udaranya menggunakan diffuser. Untuk mengatur besar kecilnya udara yang keluar digunakan damper.
Split Duct
Sistem ini cocok digunakan untuk keperluan :
  • Mini market
  • klinik
  • sekolah / universitas
  • ruangan kantor
  • dll.
Kelebihan daripada sistem ac central split duct ini adalah pendistribusian dinginnya merata pada setiap ruangan dan komponen yang dipakai tidak terlalu banyak karena hanya menggunakan unit indoor, condensing unit / outdoor ac, dan ducting ac / saluran ac.
Sistem Air
Sistem AC Central dengan menggunakan air adalah sebuah sistem ac central yang menggunakan media air sebagai pembawa dinginnya.
Biasanya pada skala kecil, unit indoor yang digunakannya adalah fan coil unit. Sedangkan pada skala yang besar biasanya menggunakan AHU / Air Handling Unit.
Untuk mendinginkan air yang akan di distribusikan, maka digunakan Chiller. Chiller bertugas memindahkan panas yang di dapat dari sirkulasi di dalam ruangan ke sistem sirkulasi luar gedung. Lalu air yang panas itu kemudian di dinginkan dengan menggunakan cooling tower.
Chiller AC Central

Air Handling Unit


Cooling Tower

Fan Coil Unit
Sistem AC Central yang menggunakan air ini biasanya lebih cocok digunakan pada :
  • Gedung bertingkat
  • Mall yang besar
  • Stadium
  • Pabrik
  • Bandara udara
  • Terminal kereta
  • dll.
Kelebihan dari sistem AC Central yang menggunakan media air ini adalah kemampuannya membawa kalor dari satu titik ke titik yang lain lebih tahan lama ketimbang menggunakan sistem freon.
Sales & Service
Kami AC Central .info menyediakan berbagai macam unit ac seperti :

Selain itu kami juga menyediakan berbagai macam spare part ac seperti :